Ritual ‘esek-esek’ di Gunung Kemukus semakin menjadi sorotan dunia. Pasalnya masing-masing malam Jumat Pon dan Jumat Kliwon, orang-orang tidak sedikit yang hadir ke tempat yang terletak di Desa Pendem, Sumber Lawang, Sragen, Jawa Tengah itu.
tujuannya yaitu mereka menjalankan ritual yang diklaim dapat membuat orang cepat berhasil dan kaya. Mereka yang ikut serta seringkali mengakhiri ritual dengan bersangkutan s ksual, bukan dengan pasangan sahnya.
Tak ayal tidak sedikit yang menjuluki, bila di gunung terebut tak ubahnya ritual mes m. Bahkan berita soal gunung ini tak hanya diusung media nasional saja, namun pun internasional.
Belum lama ini sebanyak media asing mengabarkan soal ritual yang terdapat di Gunung Kemukus. Salah satu media, ynija.com memuat tulisan bersangkutan ritual esek-esek tersebut dengan judul, “Understanding the Paradoxical Pon Festival of Indonesia”.
Laman tersebut menuliskan bila ritual tersebut, semua peserta me sti bermalam di atas gunung dan mengerjakan ‘hubungan’ dengan orang asing, andai merek menginginkan tuah pada masa depan. Prosesi itu dilaksanakan bahkan andai kedua belah pihak sudah menikah dengan orang lain.
Tak melulu itu yang menjadi sorotan, bagaimana tidak ritual itu ternyata dilaksanakan lebih dari sekali. Pelakunya me sti bersangkutan dengan orang yang sama serupa sebanyak tujuh kali, masing-masing 35 hari sepanjang tahun.
Media tersebut juga mengusung prosesi ritual yang dibuka dengan berdo dan persembahan menggunakan sekian banyak macam bunga di tempat makan Pangeran Samodro yang adalah salah satu putra raja Jawa. Mereka lantas harus mencuci dirinya di mata air suci dan bersangkutan dengan orang asing.
Website lainnya, Metro.uc.uk, menjabarkan perihal itu dalam artikel berjudul, “S x around the world: An Indonesian pesta rakyat of s x with strangers”.
Baca Juga 29 Maret Masuk Bulan Rajab, Berikut Niat Puasa Sunnah Bulan Rajab yang Musti Kamu Ketahui!
Media Inggris tersebut melafalkan bahwa sang penulsi Rosy Edward, menilai ritual yang terjadi di Gunung Kemukus tersebut menarik guna diangkat. Rosy mengungkapkan bahwa ritual tersebut telah dilangsungkan selama berabad-abad.
Selain tersebut Rosy pun mengulas terdapat benturan kebiasaan terjadi dalam ritual ‘s3k-es3k’ itu. Ia pun menye butkan bahwa Indonesia ialah negara kepulauan terbesar di dunia, yang pada tahun 2010 mempunyai populasi muslim terbesar di dunia.
Maka dari itu, keberaaan ritual itu menujukkan ketidaksetiaan pada pasangan jelas berlawanan dengan doktrin Islam.
Sumber:Indowarta


